Pelatihan-Pelatihan di Abhiseka



PELATIHAN-PELATIHAN DI ABHISEKA



A. PELATIHAN REGULER


§   PELATIHAN PUBLIC RELATIONS   §
Dalam menghadapi berbagai kekuatan kompetisi yang dahsyat, munculnya substitusi, daya tawar supplier, daya tawar customer, dan munculnya new comer mendorong berbagai perusahaan untuk mengembangkan Competitor, Customer dan Corporate Based Strategy, yang memunculkan fungsi Public Relations sebagai andalannya.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini memberi pemahaman kepada peserta tentang peran dan fungsi PR dalam perusahaan; peserta diharapkan dapat menganalisis masalah dengan baik, logis dan kritis; mengerti dasar-dasar dan strategi pemasaran; memiliki kemampuan komunikasi dan presentasi dan mampu mengembangkannya.

§   PELATIHAN PENGEMBANGAN PRIBADI   §
Program Pelatihan Pengembangan Pribadi ABHISEKA memberikan kegiatan dan pelatihan praktis yang berkaitan dengan masalah-masalah penting bagi upaya membangun keyakinan diri, mengembangkan potensi-potensi diri dan memanfaatkan diri untuk mampu tampil prima dan menarik

Tujuan Pelatihan

Mengetahui cara-cara mengenali potensi diri dan mengembangkannya sesuai dengan tuntutan situasi; mengetahui cara menampilkan kepribadian melalui aspek-aspek verbal dan performance; memahami alasan seseorang disukai dalam pergaulan dan menjadi pribadi yang menarik



§   PELATIHAN PUBLIC SPEAKING   §
Setiap orang memiliki kemampuan utnuk berbicara di depan orang banyak. Namun ketika seseorang diminta untuk tampil berbicara di depan umum ia mengalami demam panggung, cara penyampaian kurang meyakinkan sehingga mengakibatkan persepsi audiens tidak sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu, upaya mempersiapkan dan melatihdiri untuk mampu tampil berbicara di depan umum dengan baik, merupakan bagian keberhasilan komunikasi seseorang.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini memberi pemahaman kepada peserta tentang bagaimana cara menjadi pembicara yang berhasil di depan publik; mempersiapkan dan mengutarakan gagasan serta bagaimana membuat strategi yang mudah dan tepat untuk menguasai dan berbicara di depan publik.


§   PELATIHAN SEKRETARIS   §
Salah satu upaya antisipatif yang dilakukan dalam menghadapi persaingan global dewasa ini adalah mengembangkan potensi dan kualitas SDM. Pengembangan melalui pelatihan adalah salah satu alternatifnya. Program Pelatihan Sekretaris Eksekutif didesain untuk meningkatkan ketrampilan, pengetahuan, dan kepribadian serta membina dan mengembangkannya untuk menjadi sekretaris profesional dan berdedikasi.

Tujuan Pelatihan

Mampu membuat perencanaan dan pengembangan potensi diri, mampu menempatkan diri secara tepat di lingkungan kerja, mengetahui ekspektasi jabatan atau posisi sekretaris eksekutif dan mampu menangani tugas-tugas sesuai posisi sekretaris eksekutif dan mampu bersikap sesuai dengan pencitraan performance perusahaan.




§   PELATIHAN MANAJEMEN KONSTRUKSI   §
Pembangunan di sektor riil selalu mewarnai setiap program pembangunan nasional, baik pada saat kondisi perekonomian normal maupun pada saat krisis ekonomi sekalipun. Ini berimplikasi pada perlunya mengembangkan pengetahuan tentang jasa konstruksi baik dengan pendidikan formal maupun melalui pelatihan.

Tujuan Pelatihan

Mengembangkan wawasan dibidang jasa konstruksi, meningkatkan ketrampilan peserta di bidang jasa konstruksi secara aplikatif dan mampu menangani tugas-tugas yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan di bidang jasa konstruksi.


B. PELATIHAN NON-REGULER



§   PELATIHAN AMT 18 JAM   §
Pelatihan AMT (Achievement Motivation Training) adalah pelatihan yang memberikan matei mengenai pengembangan pribadi, pengembangan potensi individu dari aspek  mentalitas, kepribadian, pola pikir positif yang mengarah pada semangat (motivasi) tercapainya prestasi dalam karier, tugas dan keahlian tertentu.

Tujuan Pelatihan

Mengembangkan produktivitas kerja personil maupun lingkungan, menjadi dinamisator pada lingkungan kerja, menumbuhkan rasa memiliki pada apa yang menjadi tanggung jawabnya, menjadi inovator di lingkungan kerja dan mempertebal tanggung jawab seseorang atas jabatan dan keinginan.



§   PELATIHAN ENTERPRENEURSHIP   §

Salah satu sikap yang perlu dimiliki dalam menghadapi globalisasi adalah sikap kemandirian, suatu sikap yang menjadi jiwa bagi seorang enterpreneur. Untuk menjadi enterpreneur yang handal dibutuhkan kesiapan yang cukup, baik pengetahuan, ketrampilan maupun sikap mental. Teori saja tidak cukup, sehingga diperlukan sebuah media pelatihan yang mempersiapkan seseorang mampu menjadi wirausaha yang mandiri dan berwawasan.


Tujuan Pelatihan
Memahami aspek-aspek kewirausahaan, mampu mengembangkan daya analisis, memanfaatkan peluang dan menerapkan strategi bisnis, mampu menerapkan manajemen praktis dan mampu mengembangkan sikap-sikap dan karakter enterpreneur.


§   PELATIHAN TEKNIK PRESENTASI   §
Kemampuan menyampaikan suatu gagasan dan pemikiran dengan baik, merupakan kebutuhan prestatif seseorang. Seseorang yang ingin berhasil dalam aktivitasnya, baik dalam aktivitas akademik, bisnis maupun kemasyarakatan, dituntut kemampuan mengekspresikan gagasan dan pemikirannya. Semakin tinggi jabatan atau posisi seseorang, semakin tinggi pula aktivitas komunikasinya dan semakin rendah aktivitas ‘manual’nya.

Tujuan pelatihan
Mampu menjadi presentator yang berhasil di depan publik, mempersiapkan dan mengutarakan gagasan, mampu mengekspresikan wajah, tubuh dan suara untuk dapat menarik dan meyakinkan audiens, membuat orang lain antusias terhadap apa yang disampaikan dan mampu berpenampilan menarik di depan publik



§   PELATIHAN TEAM BUILDING   §
Pemimpin yang dibutuhkan di masa datang adalah mereka yang bangga akan perbedaan dan peka dengan lingkungannya. Dengan kata lain, pemimpin yang mampu pemimpin yang mampu melihat perbedaan sebagai sumber kekuatan, memahami hak-hak azazi manusia, demokrat, memahami gender dan selalu mampu bekerjasama dalam team. Tidak hanya berdasar pada kepandaian, pelatihan atau pengalaman, namun juga seberapa baik kemampuannya mengelola diri dan berhubungan dengan orang lain termasuk didalamnya kemampuan intelektual, kemampuan untuk melaksanakan tugas juga kualitas pribadi, seperti inisiatif, empaty, adaptabilitas dan kemampuan persuasif.

Tujuan Pelatihan 

Memahami arti penting kerjasama kelompok dalam organisasi, memahami pola berpikir sistematis dalam menyelesaikan masalah dalam kelompok, memahami berbagai teknik pengembangan kerjasama kelompok, mampu mendorong dan menyemangati anggota dalam kelompok saat menghadapi tantangan/kesulitan yang muncul dan mampu menyelesaikan masalah secara kreatif

§   PELATIHAN LEADERSHIP   §
Pemimpin secara umum selalu menjalankan fungsi-fungsi penciptaan, perencanaan, pengorganisasian, memotivasi, komunikasi, dan pengendalian (pengawasan). Termasuk dalam fungsi itu adalah perlunya memimpin dan mengarahkan. Tanpa kepemimpinan atau bimbingan, hubungan antara tujuan perseorangan dengan tujuan organisasi mungkin menjadi renggang (lemah). Dengan kepemimpinan efektif, dapat meningkatkan kemampuan manjerial.

Tujuan Pelatihan
Mengembangkan motivasi kepemimpinan positif dalam organisasi, melakukan komunikasi efektif dalam organisasi, mengidentifikasi dan memahami peran leadership dalam mengelola organisasi, mengidentifikasi dan menyelesaikan kasus-kasus leadership dalam organisasi dan memiliki pemahaman terhadap performance pemimpin yang karismatik.



§   PELATIHAN PRESENTER TELEVISI   §
Dunia pertelevisian semakin marak dengan bertambahnya beberapa stasiun TV swasta yang siap on air beberapa bulan mendatang Ini berarti semakin meningkatnya persaingan pada bisnis layar kaca tersebut. Fenomena ini perlu disambut  dengan gembira, karena akan membuka banyak profesi dibidang showbiz seperti presenter aneka kuis, penyiar berita, reporter, kameraman, dan profesi sejenis lainnya. Profesi dunia showbiz tidaklah susah untuk dijalani, apabila setiap individu mau belajar dan berlatih. Dengan media pelatihan, diharapkan peserta memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk menjadi seorang presenter yang baik.

Tujuan Pelatihan

Memahami dasar-dasar dan wawasan tentang kepenyiaran, mampu mengeskpresikan suara, wajah dan sikap di depan layar TV, mampu berpenampilan menarik saat tampil di depan audiens, mampu menjadi MC dan pembawa acara yang baik, mampu mempraktekkan berbagai peran presenter pada berbagai acara televisi dan mampu memahami berbagai etika dalam dunia kepenyiaran.


§   PELATIHAN EVENT ORGANIZER   §
Yogyakarta sebagai “Center of Javanese Culture” terbukti sangat representatif untuk penyelenggaraan acara-acara budaya bertaraf internasional, seperti Festival Gamelan Internasional, Workshop Asian SME’S dan sebagainya. Kenyataan ini harus dicatat dan dikembangkan, salah satunya, adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional. Ada 1001 siasat untuk menjadi organizer profesional, yang akan dipaparkan secara gamblang oleh pakar & praktisi organizer.

Tujuan Pelatihan

Memahami dasar-dasar penyelenggaraan acara, memahami bagaimana memanajemen sebuah event, memahami teknik perencanaan sebuah event, dan mengembangkan kemampuan kreatif

Seminar "Pengembangan Kepribadian Insan Muda Pariwisata" bersama Puteri Indonesia Pariwisata 2013

Seminar "Pengembangan Kepribadian Insan Muda Pariwisata" bersama Puteri Indonesia Pariwisata 2013
Sabtu | 09 November 2013 | Auditorium FIB UGM | 50 k | 081522866766




Public Speaking Bagi Politisi, Calon Legislatif, Anggota Legislatif, dan Calon Bupati


DI buka Kelas Khusus Public Speaking bagi Para Politisi, Calon Legislatif, Colon Bupati, dan Anggota legislatif,,,,,,,

Informasi : Bpk. Bowo/Waluyo Jati
                 0274 566777, 566759 Fax. 0274 555185

TABLE MANNER (TATA CARA MAKAN)

Table Manner Peserta Pengembangan Pribadi Angk-54 di Hotel Jogja Plaza
Langkah-langkah yang perlu kita ambil agar supaya kita tampil sopan dan santun di meja makan adalah sbb:
  • Duduk tegak, kursi jangan terlalu jauh dari meja. Jangan bersandar malas, setelah berbaring. Punggung bagian bawah menyetuh sandaran kursi.
  • Buka lipatan serbet dan letakkan dipangkuan.
  • Sendok, garpu atau alat makan yang jatuh jangan diambil lagi, tetapi minta palayan untuk menggantinya.
  • Sambil menunggu makanan  yang akan dihidangkan, tangan boleh diletakkan di meja makan hanya sebatas pergelangan tangan saja. Waktu makan jangan menyandarkan lengan ditepi meja agar mudah bergerak. Siku jangan sekali-kali diletakkan diatas meja, tetapi juga jangan melayang keluar.
  • Jangan meletakkan tas, atau barang-barang pribadi lainnya diatas meja.
  • Gunakan serbet hanya untuk mengusap bibir dan jari-jari tangan.
  • Letakkan serbet di kursi apabila harus meninggalkan tempat duduk dan belum selesai makan.
  • Gunakan alat makan yang terletak paling jauh dari piring (yang luar dahulu baru yang dalam).
  • Bawalah makanan ke mulut, bukan mulut ke makanan.

PERFORMANCE SEORANG PUBLIC SPEAKER

Beberapa Aspek Komunikasi Non Verbal Yang Mempengaruhi Seorang Public Speaker :

  1. PENAMPILAN Masalah ini berhubungan dengan bagaimana cara berpenampilan dengan baju, asesoris dan lain-lain.
  2. GERAKAN TUBUH Perasaan nervous ketika kita tampil berbicara didepan publik, sering tanpa sadar mendorong kita untuk menggerak-gerakkan badan kita. Kadang kita menjadi over acting atau sebaliknya kita menjadi minder. Ketika sampai dipodium, kita sering tidak sadar menggunakan podium untuk tempat bersandar, bergoyang-goyang atau melakukan gerakan lainnya yang tidak menguntungkan. Apa yang seharusnya kita lakukan ketika tampil didepan publik? kita harus berdiri dan berjalan tegak, kelihatan tenang, dan percaya diri meskipun mungkin merasa banyak "kupu-kupu" berterbangan diperut kita.
  3. GERAKAN TANGAN Yang penting dicatat dalam gerakan tangan adalah bahwa gerakan tangan kita tidaklah boleh menarik perhatian audience sehingga audience secara khusus memperhatikan gerakan tangan kita. Gerakan tangan haruslah tampak wajar dan spontan. Gerakan tangan kita tidaklah terlalu berlebihan melainkan berfungsi membantu memperjelas atau menekankan ide kita.
  4. KONTAK MATA Kira-kira 75% dari komunikasi non verbal dilakukan dengan wajah kita. Jadi penting bagi kita belajar menggunakan otot-otot wajah kita untuk mengungkapkan apa yang kita kehendaki dengan tepat. Bola mata memang tidak mengekspresikan emosi, tetapi dengan memanipulasi bola mata dan wajah sekelilingnya, terutama kelopak mata atas dan alis, kita dapat menangkap pesan-pesan non verbal yang disampaikan. Begitu pentingnya kontak mata, sehingga ada pepatah mengatakan bahwa mata adalah "Jendela Jiwa Kita". Cara yang tercepat untuk menciptakan komunikasi dengan pendengar adalah lihatlah mata mereka dengan bersahabat. Idealnya berbicara di depan publik 80% sampai 90% dari waktu pembicaraan, haruslah melihat audience. Akan tetapi tidaklah cukup hanya dengan melihat saja, melainkan bagaimana cara memandang itupun sangat penting. Pandagan yang kosong meskipun melihat mata lawan bicara, juga hampir sama jeleknya dengan tidak melakukan kontak mata sama sekali. Demikian juga Pandangan mata yang dingin, kaku, dan sombong. Mata haruslah memancarkan rasa percaya diri, kesungguhan, jujur dan bersahabat. Mata haruslah mengatakan "Saya senang berbicara di depan Anda; saya benar-benar jujur dengan apa yang saya katakan, dan saya ingin Andapun demikian".
Pelatihan Pelayanan Prima ASKES Yogyakarta
Public Speaking

Tips & Trik Cara Mengembangkan Kepercayaan Diri Dalam Presentasi :
  1. Saat Anda Akan memulai Presentasi Tersenyumlah dan pandanglah sekilas semua Hadirin.
  2. Mulailah perlahan-lahan, dengan sikap tegak, kemudian percepatlah secara bertahap.
  3. Bukalah presentasi anda dengan sikap bersungguh-sungguh, seperti : "saya berbahagia sekali saat ini....."
  4. Yakinlah bahwa Anda yang paling tau topik presentasi anda.
  5. Berpenampilanlah yang terbaik menurut anda.
  6. Yakinlah bahwa sesuatu yang akan Anda sampaikan adalah sesuatu yang penting

Memang untuk mendapatkan hasil yang maksimal hilangkan rasa malu, segan dan gengsi karena
berbicara didepan umum adalah ketrampilan biasa dan seni dan bukan suatu ilmu yang hanya dipelajari
tanpa dipraktekkan.

Berbicara didepan umum sama seperti naik sepeda yang akan terbiasa
karena volume berbicara yang bertambah.

Latihanlah yang kemudian menjadi kunci utamanya.
Latihan bahasa tubuh dan ekspresi wajah adalah seperti memasak makanan.

Kita haruslah mencampur dengan komposisi yang tepat dan memasaknya dengan baik.

Public Speaking

Peserta Public Speaking Angkatan Ke-47 Saat Coffee Break

Peserta yang mengikuti Program Public Speaking di Abhiseka karena ingin meningkatkan kemampuan berbicara didepan umum. Program ini banyak peminatnya, mulai dari mahasiswa dan ibu rumah tangga sampai dengan para pemimpin perusahaan serta pejabat-pejabat daerah.
Materi : Komunikasi Efektif & Teknik Presentasi, Ekspresi Suara, Performance, MC & Pembawa Acara, Latihan-latihan, Lama Pelatihan 4 Minggu, 17.00-20.00 WIB, 30' Break.
Biaya Pelatihan :  Rp. 500.000,-